Langsung ke konten utama

KETERKAITAN ANTARA ORGANISASI DENGAN PENDIDIKAN


source: mirzahtale.blogspot.com
Ketika mendengar kata pendidikan dan organisasi, maka akan terngiang di pikiran kita 2 konsep yang berbeda. Ada yang berpendapat bahwa pendidikan adalah pembelajaran mengenai pengetahuan seseorang sehingga mengetahui apa yang tidak tahu menjadi tahu. Sedangkan organisasi adalah sekelompok orang yang mempunyai tujuan yang sama. Dan hal seperti ini sering kita lihat di kehidupan kuliah kita sehari-hari. Dimana kita dibingungkan untuk memilih fokus yang lebih penting antara Pendidikan atau oragnisasi. Padahal kenyataannya kedua hal ini sebenarnya saling berterpautan satu sama lain yang bisa saling mendukung. Kenapa demikian? Karena sebenarnya kedua hal ini selalu berjalan beriringan.
 Alasannya, karena mereka saling mendukung. Mendukung disini adalah satu aspek dengan yang lainnya bisa mendukung aspek itu sendiri. Seperti ketika kita tidak paham akan suatu teori di perkuliahan dan kita memiliki teman yang mampu pada bidang tersebut kita bisa mengajak dia untuk merayu (persuasif) dia untuk mengajari kita tentang materi tersebut. Dan tentu teknik merayu/lobi-lobi ini hanya bisa didapat di organisasi yang kita ikuti. Dengan kita mengikuti organisasi jalinan relasi kita akan meningkat dan itu sangat menguntungkan bagi kita sendiri juga.
Diorganisasi kita diajari juga bagaimana memiliki kecakapan untuk berbicara dengan berani, yang berani mengutarakan opini/pendapat kepada orang lain, yang pada akhirnya bisa kita implementasi kan di kuliah pada saat presentasi di kelas, kita dapat menguasai keadaan dan meningkatkan rasa percaya diri karena bersosialisasi dengan siapapun, dilingkup organisasipun membiasakan kita dalam berbicara sehingga meningkatkan penguasaan diri saat tampil di depan umum.
Jadi sebenarnya tidak ada yang bisa menyalahkan mana yang lebih baik antara Pendidikan atau organisasi. Semuanya seimbang, tergantung dari kita bagaimana mengambil persepsi yang ada. Apakah dari satu arah atau dua arah dari hal yang terkait. Pada akhirnya semuanya itu akan selalu berproses dan bakal membentuk diri kita yang menjadi lebih baik, orang yang berpendidikan secara akademis dan organisasi.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMBANGUN KARAKTER KEBANGSAAN DAN CINTA BUDAYA MELALUI GERAKAN LITERASI

MEMBANGUN KARAKTER KEBANGSAAN DAN CINTA BUDAYA MELALUI GERAKAN LITERASI source: globalwr.blogspot.com Indonesia merupakan negara yang kaya akan ragam budayanya dari sabang sampai maroke berjajar pulau-pulau yang menjadikan bangsa Indonesia memiliki aneka ragam budaya. Maka dari itu yang harus dilakukan anak muda untuk bangsanya salah satunya menjaga dan melestarikan budaya Indonesia. Tidak dipungkiri di jaman sekarang ini internet menjadi salah satu faktor yang sangat mempengaruhi pudarnya karakter kebangsaan akan cinta budaya bangsanya sendiri, mudahnya budaya luar yang masuk dan mempengaruhi karakter anak bangsa yang kebarat-baratan dengan itu, generasi lebih menyukai budaya luar ketimbang budaya bangsanya sendiri.   Pemerintah berupaya membentuk karakter anak bangsa yang nasionalisme serta cinta terhadap budayanya senidiri melalui “gerakan literasi di sekolah” yang merupakan upaya Kemendikbud dalam mencapai karakter kebangsaan di era revolusi industri 4.0. Gerakan...

KIAT GURU ATASI ANAK ‘NGOMPOL’ DI KELAS

source: healt.detik.com Pada masa kanak-kanak dan sekolah dasar tingkat rendah tidak asing lagi jika kita menemukan anak yang ‘pipis’ di celana pada saat pembelajaran berlangsung. Untuk itu terdapat beberapa penyebab si anak mengompol yaitu, anak merasa takut dengan dunia barunya dengan ketakutannya itu akan mengakibatkan tidak merasa percaya diri dan malu, serta juga anak tidak mau lepas dengan orang tuanya maka, dari itu tidak heran lagi jika sianak ‘mengompol’ kiat yang dilakukan seorang guru yaitu dapat memberi perhatian penuh pada si anak agar sianak akan merasakan nyaman di hadapan gurunya, membisakan pada siswa kelas rendah untuk buang air kecil sebelum pembelajaran berlangsung dengan itu juga akan meminimalisir anak yang ‘mengompol’ disekolah, selanjutnya memberi nasihat sebagaimana motivasi untuk kedepannya menjaadi siswa yang mandiri, ajarkan izin untuk siswa yang ingin buang air kecil ke toilet agar guru dapat menuntun serta mengetahuinya dan siswa tidak menahan untu...

KENAPA SUSAHNYA KORUPSI HILANG DI NEGERI INI?

KENAPA SUSAHNYA KORUPSI HILANG DI NEGERI INI? source: mediainindonesia.com Kalo mendengar kata korupsi, yang terlintas pasti sesuatu kegiatan yang menyelundupkan uang dari Negara yang digunakan untuk kepentingan pribadi. Yang menggambarkan bahwa seseorang tersebut jadi memiliki citra yang buruk. Padahal daasarnya korupsi bisa memiliki arti yang lebih luas. Yang bisa mencakup lebih keseharian kita.             Kegiatan yang sering kita lakukan seperti bersekolah, berangkat kerja, bahkan menonton TV bisa menimbulkan korupsi secara tidak langsung oleh kita. Seperti ketika kita mengerjakan tugas rumah di waktu pelajaran, merupakan tindakan sederhana, tapi berupa korupsi secara tidak langsung. Dimana waktu yang seharusnya dihabiskan buat belajar mata pelajaran tersebut harus dialihkan dengan tugas yang berbeda. Dan ketika kita meminta uang ke orang tua buat membeli buku, tetapi pihak sekolah tidak mengeluarkan buku, secara ...