Langsung ke konten utama

MASALAH MAHAL BIAYA KULIAH? KEJAR BEASISWAA!..

MASALAH MAHAL BIAYA KULIAH? KEJAR BEASISWAA!..
source: youthmanual.com


Biasanya di lingkup pendidikan beasiswa menjadi incaran para pelajar, banyak jenis beasiswa yang di tawarkan dari pihak-pihak tertentu entah itu dari pemerintah maupun dari pihak swasta. Beasiswa merupakan bantuan yang diberikan kepada pelajar dalam memenuhi kebutuhan belajar untuk melanjutkan ketingkat lebih tinggi lagi. Semakin tinggi kita mengecam pendidikan maka semakin banyak juga kebutuhan yang akan di perlukan, seperti kebutuhan perlengkapan belajar, membeli buku, bahkan tugas-tugaspun kadang menghabiskan budget yang besar. Terutama untuk pendidikan jenjang perguruan tinggi masih jarang anak bangsa Indonesia yang dapat merasakan bangku perkuliahan. Banyak faktor yang melatar belakangi sedikitnya yang mengecam pendidikan di perguruan tinggi yaitu salah satunya faktor ekonomi. Dari latarbelakang tersebut itu sebabnya beasiswa menjadi buruan para mahasiswa, tetapi tidak sembarang pelajar penerima beasiswa yang menerima secara cuma-cuma ada beberapa macam syarat sebagai pertimbangan kriteria penerima beasiswa. Dapat dilihat dari prestasi, pintar atau latarbelakang ekonomi rendah dan lain-lainnya. Dan juga beberapa ketentuan setelah mendapatkan beasiswa dalam mempertanggung jawabkan amanah yang sudah di berikan seperti mempertahankan ipk tidak di bawah rata-rata ketentuan, dan sebagainya.
Berbagai macam cara di lakukan mahasiswa dalam mendapatkan beasiswa, ada segelintir orang yang curang dalam memburu beasiswa. Demi mendapatkan beasiswa terkadang nekat dalam memanupulasi data sesunggunhya seperti gaji orangtua maupun kondisi rumahnya agar terdata sebagai pelajar yang tidak mampu secara okonomi. Orang seperti inilah yang tidak tahu diri mereka mengambil jatah hak anak-anak yang ingin mengecam bangku pendidikan.
 Sebagian besar juga yang berjuang keras, mereka yang berusaha untuk memenangkan kejuaraan perlombaan, belajar dengan sungguh-sungguh untuk mengikuti test mendapatkan beasiswa, ataupun aktif dalam berbagai hal yang memungkinkan mendapatkan beasiswa, dll. Banyak kisah penerima beasiswa yang menginspirasi seperti kisah Raeni anak tukang becak penerima beasiswa bidikmisi sebagai wisudawan terbaik. Siapa sih yang nggak kenal Raeni? jutawan orang tahu kisah raeni yang menginspirasi, bagimana tidak? Ia mendapatkan beasiswa lanjut S3 ke Inggris melalui program beasiswa LPDP. Bukan hal yang mudah Ia capai semua ini dari perjuangannya serta tekad yang kuat dan kerendahan hati seorang Raeni.
So? Tunggu apalalagi? Sekarang mulailah berjuang, kesempatan untuk kuliah kejenjang lebih tinggi ataupun kuliah lanjut keluar negri lebih besar dengan bantuan melalui beasiswa, banyak program beasiswa yang di tawarkan. Untuk kalian yang ingin kuliah tapi kendala dibiaya tidak lagi menjadi hambatan dengan mengikuti program beasiswa seperti LPDP, BIDIKMISI danlain-lainnya..
 kawan-kawan mari jangan menyerah dan tetap semangat!....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUNGAI KOTOR MENJADI SUMBER PENYAKIT

SUNGAI KOTOR MENJADI SUMBER PENYAKIT source: republika.co.id Air adalah salah satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Tanpa air, manusia akan mati, makhluk hidup akan mati, dan bumi akan menjadi sangat panas. Salah satu sumber air yang ada di bumi berasal dari sungai. Sungai lebih mudah ditemukan, karena banyak berada di sekitar kita. Akan tetapi, akibat ulah manusia, banyak sungai yang menjadi kotor, tidak berfungsi sebagai mana mestinya. Sungai yang kotor, justru menjadi sarang penyakit bagi manusia. Salah satu fungsi sungai adalah menampung air hujan. Fungsi ini sangat penting, karena tanpa sungai, air hujan yang tidak tertampung akan meluap dan menggenang kemana-mana. Sungai yang bersih dan tidak tercemar sangat penting bagi kehidupan manusia, karena dari situlah salah satu sumber air bersih yang ada. Namun, semakin hari semakin banyak sungai yang tercemar oleh ulah manusia, mulai dari membuang sampah ke sungai, hingga membuang limbah pabri...

MEMBANGUN KARAKTER KEBANGSAAN DAN CINTA BUDAYA MELALUI GERAKAN LITERASI

MEMBANGUN KARAKTER KEBANGSAAN DAN CINTA BUDAYA MELALUI GERAKAN LITERASI source: globalwr.blogspot.com Indonesia merupakan negara yang kaya akan ragam budayanya dari sabang sampai maroke berjajar pulau-pulau yang menjadikan bangsa Indonesia memiliki aneka ragam budaya. Maka dari itu yang harus dilakukan anak muda untuk bangsanya salah satunya menjaga dan melestarikan budaya Indonesia. Tidak dipungkiri di jaman sekarang ini internet menjadi salah satu faktor yang sangat mempengaruhi pudarnya karakter kebangsaan akan cinta budaya bangsanya sendiri, mudahnya budaya luar yang masuk dan mempengaruhi karakter anak bangsa yang kebarat-baratan dengan itu, generasi lebih menyukai budaya luar ketimbang budaya bangsanya sendiri.   Pemerintah berupaya membentuk karakter anak bangsa yang nasionalisme serta cinta terhadap budayanya senidiri melalui “gerakan literasi di sekolah” yang merupakan upaya Kemendikbud dalam mencapai karakter kebangsaan di era revolusi industri 4.0. Gerakan...

KIAT GURU ATASI ANAK ‘NGOMPOL’ DI KELAS

source: healt.detik.com Pada masa kanak-kanak dan sekolah dasar tingkat rendah tidak asing lagi jika kita menemukan anak yang ‘pipis’ di celana pada saat pembelajaran berlangsung. Untuk itu terdapat beberapa penyebab si anak mengompol yaitu, anak merasa takut dengan dunia barunya dengan ketakutannya itu akan mengakibatkan tidak merasa percaya diri dan malu, serta juga anak tidak mau lepas dengan orang tuanya maka, dari itu tidak heran lagi jika sianak ‘mengompol’ kiat yang dilakukan seorang guru yaitu dapat memberi perhatian penuh pada si anak agar sianak akan merasakan nyaman di hadapan gurunya, membisakan pada siswa kelas rendah untuk buang air kecil sebelum pembelajaran berlangsung dengan itu juga akan meminimalisir anak yang ‘mengompol’ disekolah, selanjutnya memberi nasihat sebagaimana motivasi untuk kedepannya menjaadi siswa yang mandiri, ajarkan izin untuk siswa yang ingin buang air kecil ke toilet agar guru dapat menuntun serta mengetahuinya dan siswa tidak menahan untu...